BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Warga bertaruh nyawa di Jemabatan Kereta Api (KA) ekstrem Cisomang yang berada di wilayah perbatasan Purwakarta dan Bandung Barat. Meski berbahaya dan sudah dilarang, warga tetap nekat menggunakan jembatan KA Cisomang untuk menyeberang dan beraktivitas setiap harinya.

Ratusan kendaraan roda dua setiap harinya melintas jembatan yang memiliki panjang mencapai 234 meter, dan dengan ketinggian 100 meter dari Sungai Cisomang.

“Saya tiap hari lewat jembatan ini, soalnya jalan ini akses satu-satunya terdekat kalau mau belanja ke Pasar Plered,” ujar Imron (28) warga Desa Cikadongdong Kabupaten Bandung Barat itu, selasa (28/3/2017)

Meski demikian, tidak semua pengendara berani melintasi jembatan tersebut, akibatnya para pengendara harus menggunakan para joki yang ada di sekitar jembatan.

Adam (23) salah seorang pengendara yang hendak melintas mengaku, dirinya suka minta bantuan tukang ojek yang ada di sekitar jembatan Cisomang, karena dia tidak berani melintas jembatan tersebut.

“Saya sengaja mengeluarkan uang Rp5000 untuk memanfaatkan para joki yang biasa mengantar kendaraan melintas,” ungkapnya

Secara terpisah, Petugas PT KAI di lokasi tersebut, Ecep menjelaskan, pengendara yang melewati jembatan itu sudah menyalahi anggaran, karena hal tersebut dapat membahayakan nyawa para pengendara roda dua saat kereta api melintas.

“Peraturannya tidak memperbolehkan hal tersebut, karena bisa berakibat fatal berhubungan dengan nyawa, cuma sampai saat ini belum ada kejadian pengendara terseret kereta atau jatuh kebawah sungai,” ujarnya.

Ia menambahkan, jembatan yang dibangun oleh para ahli konstruksi jembatan kereta api dari Voesp MCE (Austria) tersebut, diperuntukan untuk pengontrolan.

“Sebetulnya, jalan tersebut dibuat untuk para petugas KAI dalam melakukan pengontrolan saja namun, tidak adanya plang larangan melintas, jadi warga memanfaatkan jalan tersebut,” tutupnya

Diketahui, jembatan KA yang berlokasi di sebelah barat Desa Depok Kecamatan Darangdan itu, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Puteri pada 3 Agustus 2004 lalu. Hanya saja kini menjadi akses penghubung terdekat masyarakat baik dari Bandung Barat maupun Purwakarta. (ns)

LEAVE A REPLY