BERBAGI

Purwakarta, SinarJabar – PT. South Pacific Viscose (SPV), produsen serat berbahan dasar kayu terbesar di Indonesia dan merupakan anak perusahaan dari Lenzing Group Austria, meresmikan fasilitas pusat riset dan pelayanan post-trade yang bernama Lenzing Center of Excellence. Pusat riset dan pelayanan ini akan dibuka di area utama pabrik SPV, Purwakarta.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, meresmikan pembangunan fasilitas baru ini dengan didampingi oleh Presiden Direktur SPV, Christian Oberleitner Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend, Wakil Duta Besar Austria untuk Indonesia, Josko Emrich Chief Commercial Officer of the Lenzing Group, Robert van de Kerkhof dan Senior Vice President of the Lenzing Group for AMEA, Vineet Singhal.

Lenzing Center of Excellence dibangun untuk menjalin kedekatan dengan konsumen sebagaimana hal ini merupakan salah satu pilar utama yang tertuang dalam strategi perusahaan sCore TEN. Lebih lanjut, Lenzing Center of Excellence juga dilengkapi dengan fasilitas produksi kain skala kecil (knitting), pencelupan (dyeing), dan penyelesaian (finishing).

Dengan adanya teknologi ini, Lenzing dapat meningkatkan upaya untuk menjalankan riset dan pengembangan benang dan kain bersama mitra supply chain-nya. Dalam hal peningkatan kualitas produk, Lenzing Center of Excellence juga akan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium dan analitis untuk beragam jenis serat, benang, dan kain.

“Pembangunan Lenzing Center of Excellence diharapkan mampu menegaskan keunggulan Lenzing dalam hal inovasi di kancah persaingan global. Fasilitas ini juga kami harapkan mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing perusahaan dalam menghasilkan serat berkualitas tinggi. Lenzing memiliki visi untuk senantiasa mencukupi kebutuhan dunia dengan membangun bisnis berkelanjutan yang juga memperhatikan pelestarian alam,” kata Christian Oberleitner, Presiden Direktur PT. South Pacific Viscose.

Ia menambahkan, Diresmikannya Lenzing Center of Excellence akan memungkinkan perusahaan untuk memadukan beragam jenis serat yang diproduksi oleh Lenzing, sehingga dapat menghasilkan ragam produk berkualitas yang bisa diaplikasikan untuk pembuatan kain dan produk-produk non-woven, baik secara tradisional maupun dengan cara yang lebih inovatif.

Diketahui, PT. SPV telah beroperasi di Indonesia selama 35 tahun. Berlokasi di Purwakarta, perusahaan ini memproduksi serat viscose yang berbahan dasar kayu dan dipasarkan untuk pasar global dan lokal. Hingga saat ini, rata-rata produksi mencapai 323.000 ton per tahun. Dengan jumlah produksi ini, PT. SPV tergolong sebagai salah satu perusahaan serat terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2017, industri tekstil lokal mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 6 persen, meningkat hingga USD 12,4 milyar. (red)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/sina9437/public_html/wp-content/themes/Newsmag/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY