BERBAGI
Sri Rahayu, guru SDN 1 Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta yang ingin menjadi Kader penanggulangan HIV AIDS

Purwakarta,SinarJabar – Terus meningkatnya penyebaran virus HIV AIDS di Purwakarta, membuat Wanita cantik yang berprofesi sebagai guru ini ingin jadi Kader penanggulangan HIV AIDS.

Diskriminasi yang kerap dilakukan pada para pengidap HIV Aids, membuat Sri Rahayu ingin menjadi Kader penanggulangan HIV AIDS.

“Saya ingin menyemangati para Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) terus berjuang melawan virus yang dideritanya dan agar pengidap HIV – AIDS tidak mendapatkan stigma negatif dari masyarakat,” kata perempuan cantik yang ditemui ditengah rutinitasnya sebagi guru di SDN 1 Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya, virus HIV AIDS, merupakan virus yang menyerang sistem kekelabalan tubuh dan masih di pandang penyakit paling mngerikan dimata masyarakat awam.

“Terbatas sekali pengetahuan tentang HIV AIDS itu, jadi aku ingin sekali menjadi kader. Supaya selain bisa membantu sesama, aku pun mndapatkan ilmu pengetahuan yang luas tentang HIV Aids itu sendiri,” ucap perempuan yang akarab disapa cee itu.

Dirinya mengaku banyak alasanĀ  kenapa ingin masuk kader penanggulangan HIV AIDS, pasalnya dari dulu dirinya sangat tertarik dengan kegiatan sosial.

“Karena memeberikan edukasi masyarakat awam akan HIV/AIDS, dibutuhkan kesabaran dah di situ lah tantangannya. Ya pokoknya aku senang sama hal-hal yang bersifat sosial apalagi bisa membantu sesama,” kata perempuan yang lahir 33 tahun yang lalu.

Saat ini, lanjut dia, malahan banyak warga masyarakat yang merasa takut dan jijik dengan pengidap HIV Aids.

“Nah disitu lah terpanggil untuk mengangkat kembali psikis teman-teman yang telah drop itu dan menyadarkan masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif serta pengidap HIV- Aids tidak semakin dikucilkan masyarakat,” tuturnya.

Seperti gayung bersambut, Direktur Yayasan Resik Purwakarta, Hasanudin, mengajak masyarakat untuk menjadi kader penanggulangan HIV AIDS.

“Yayasan Resik Purwakarta terbuka lebar jika ada masyarakat yang ingin menjadi Kader penanggulangan HIV AIDS. Partisipasi masyarakat yang kuat merupakan elemen kunci kesuksesan program penanggulangan HIV AIDS di Purwakarta,” kata Hasan saat dihubungi melalui selulernya.

Menurutnya, Yayasan Resik Purwakarta terus gencar sosialisasikan pencegahan penyebaran HIV Aids di Kabupaten Purwakarta, dengan menggandeng kelompok komunitas.

Ia menambahkan, Apalagi penyebarannya di Kabupaten Purwakarta setiap tahun terus mengalami peningkatan.

“Kader yang sudah tergabung di Yayasan Resik Purwakarta sendiri terus berupaya untuk menemukan penderita baru sehingga dapat lebih cepat mendapatkan penanganan. Kalau yang kita temukan segera kami dampingi untuk diobati, maka penularan HIV Aids makin berkurang,” jelasnya.

Selain itu, tambah Hasan, upaya pencegahan sendiri terus dilakukan Yayasan Resik Purwakarta dengan sosialisasi bahaya HIV Aids dengan berperilaku hidup yang sehat. Karena 80 persen penukaran penyakit ini akibat hubungan seksual.

“Kami pun menyadarkan masyarakat agar mau mengikuti tes HIV-AIDS. Karena kalau sejak dini melakukan tes dan diketahui, maka pengobatannya juga semakin maksimal. Kalau lebih cepat dideteksi dapat diobati sehingga harapan hidupnya lebih panjang,” jelasnya. (gin/red)

LEAVE A REPLY