BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Problematika bangsa dan ancaman yang merusak tatanan bangsa hari ini, bukan lagi soal penjajahan secara fisik.

Namun tantangan besar ialah ancaman serangan mental dan ideologi yang merusak perdamaian bangsa. Kini, narasi-narasi negatif makin berkembang dan mudah memecah belah persatuan bangsa.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK Kabupaten Purwakarta, Dias Rukmana Praja dalam Dialog Kebangsaan yang digelar di Bale Sawala Yudhistira, Purwakarta, Senin (18/3).

Dalam dialog yang mengambil tema Peran Generasi Millenial dalam menjaga keutuhan NKRI di Tahun Politik 2019 itu, Dias menekankan bahwa generasi millenial, saat ini harus mampu mengorbankan jiwa, raga dan pikiran untuk menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa ini.

“Dari data yang dilansir KPU pada tahun politik 2019 ini, jumlah pemilih milenial mencapai 70 juta-80 juta jiwa, dari 193 juta pemilih. Artinya, sekitar 35-40 persen kaum millenial memiliki pengaruh besar terhadap hasil Pemilu dan menentukan siapa pemimpin pada masa mendatang,” kata Dias.

Sementara itu, mewakili Bupati Purwakarta, Penjabat Sekda Purwakarta Iyus Permana dalam pidato pembukaan acara dialog mengatakan pihaknya apresiasi peran generasi millenial yang hari ini ditunjukan oleh Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) di Purwakarta.

Dalam uraiannya, Wakil Ketua Satgas Nusantara Mabes Polri, Brigjen. Pol. Dr. Drs. H.M. Fadil Imran, M.Si mengatakan pentingnya pelaksanaan pemilu yang damai, aman dan sejuk.

“Para kaum millenial dengan berbagai kecanggihan medsosnya, hendaknya bisa mencegah penyebaran berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang menyebabkan perpecahan bangsa ini,” kata Brigjen Imron.

Diketahui dalam dialog tersebut, bertindak selaku keynote speech Brigjen. Pol. Dr. Drs. H.M. Fadil Imran, M.Si. (Wakil Ketua Satgas Nusantara Mabes Polri), Dr. H. Purwanto, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta) dan Karyono Wibowo (Analis Politik /Direktur Ekskutif IPI). (red)

LEAVE A REPLY