BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Menurut Kaidah Ushul Fiqih, sebagaimana banyak dikaji para santri di pondok pesantren, memilih Capres-Cawapres 01 (Jokowi-KH. Ma’ruf Amin), hukumnya menjadi sangat relevan dan realistis.

Seperti dilansir dutaislam.com, ada beberapa kaidah Ushul Fiqih yang bisa digunakan sebagai alasan untuk memilih 01, berikut kaidah ushulnya.

1. اَلْيَقِيْنُ لَا يُزَالُ بِالشَكِّ (Yang sudah yakin tidak bisa didiganti dengan yang masih dalam keraguan).

Karena beliau sudah jelas berbuat untuk kebaikan bangsa dan negara walaupun belum semuanya bisa sempurna.

2. مَا كَانَ اَكْثَرَ فِعْلًا كَانَ اَكْثَرَ فَضْلًا (Apa saja yang hasil kerjanya banyak maka dia lebih utama).

Beliau banyak bekerja (kerja, kerja, kerja) yang nyata kemanfaatan dan kemaslahatannya bagi sebagian besar rakyay, maka tentu saja beliau lebih afdhal, lebih utama untuk didukung dan dipilih.

3. تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمُصْلِحَةِ

Dalam kepemimpinannya kebijakan pemerintahan beliau bertitik pada kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga ataupun golongannya saja.

4. مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ

Pasangan 01 ini barangkali bukanlah dari semua harapan orang, namun bila dibanding dengan #02 Prabowo-Sandi, dari kacamata santri, pasangan 01 ini ada ulamanya, yaitu Kiai Ma’ruf sebagai kandidat Wakil Presidennya.

5. اِذَا تَعَارَضَ مَفْسَدَتَانِ رُوْعِيَ أَعْظَمُهُمَا ضَرَرًا بِارْتِكَابِ أَخَفِّهِمَا

Jika memang kedua paslon ada kejelekan, maka ambil yang lebih sedikit kejelekannya. Pasangan 01 ini jelas dan nyata lebih minim kemudaratannya. Maka harus didukung dan dipilih.

6. اَلضَّرَرُلَا يُزَالُ بِالضَّرَرِ

Jika memang ada kejelekan, maka tidak boleh dihilangkan dengan kejelekan yang lain. Jokowi-Ma’ruf pasti memiliki kekurangan, tapi kekurangannya itu lebih sedikit daripada pasangan 02, Prabowo-Sandi.

7. اَلرِّضَى بِالشَّيْئِ رِضَى بِمَا يَتَوَلَّدُ مِنْهُ

Dan alasan yang ini, bila nanti kedua beliau itu sudah terpilih resmi jadi pasangan Presiden-Wapres, santri sudah seharusnya ridla akan kebijakannya, namun bukan berarti akan berdiam diri saja untuk mengawasi, mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintahan beliau, agar tetap senantiasa dalam koridor konstitusi, Pancasila dan membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

جاء قوي ودود معروف امين

(Ja’a qowiyyun waduudun ma’ruufun amiinun/telah datang lelaki yang kuat, penyayang, terkenal lagi dipercaya). (Ed/red)

LEAVE A REPLY