BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Salah satu sikap caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil III peelu dicontoh oleh para elit-elit politik yang berebut kekuasaan. Dimana yang lain ribut soal klaim kemenangan yang dapat menyebabkan kegaduhan, tapi calon legislatif Kabupaten Purwakarta ini malah sebaliknya yakni deklarasi menyatakan kekalahannya dalam kontestasi Pileg 2019.

Dalam deklarasi itu, Dia mengundang masyarakat, relawan dan timsesnya untuk mancing bersama di kolam ikan miliknya. Bukan mancing keributan yang saat ini menjadi sorotan.

Sebut saja Muhammad Idris Wikarso. Ia tercatat sebagai calon legislator DPRD Kabupaten Purwakarta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Dapil 3 Purwakarta, meliputi Kecamatan Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa dan Kiarapedes. Nomor urut 7.

“Saya siapkan sekitar dua kuintal ikan di balong milik saya, di Kampung Cipulus, Desa Nagrok Kecamatan Wanayasa, di sekitaran Komplek Ponpes Cipulus. Tak hanya relawan dan timses, saya juga mengundang masyarakat umum untuk mancing bersama, hari ini, sebagai bentuk seremonialnya. Dan sebagai bentuk syukuran, secara spritual saya juga telah menggelar doa bersama dan istighosah, tadi malam,” kata Kang Idris, melalui sambungan selulernya, Jumat (26/4).

Tentu ini sangat tidak biasa. Saat yang lain deklarasi klaim kemenangan sepihak, Idris malah deklarasi mengakui kegagalan. Seperti tidak ambil pusing, atau malah bisa disebut lebih legowo menghadapi kenyataan, deklarasi gagal ini akan dilaksanakan hari ini, Jumat, 26 April 2019. Usai jumatan di kediaman Idris di Cipulus. Acara dinyatakan terbuka untuk umum. Tidak hanya untuk simpatisan PKB maupun para mantan timsesnya.

Menurutnya, dalam kontestasi Pileg 2019 ini, dari pengitungan sementara dari data yang diolah oleh timnya, ia hanya memperoleh sekitar kurang lebih 1.000 suara, di 4 kecamatan. Tapi itu tidak menjadi persoalan. Kang Idris mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memilihnya, serta apresiasi kepada para relawan dan timsesnya yang telah bekerja keras. Meski hasilnya belum memuaskan.

Namun demikian, lanjut Kang Idris, acara ini adalah sebagai bentuk syukuran dan kegembiraan bersama atas terselenggaranya pesta demokrasi ini.

“Apapun hasilnya, dalam pesta demokrasi ini kita ciptakan rasa bahagia bersama, karena pada dasarnya, momentum pemilu ini adalah untuk menentukan siapa yang menjadi wakil rakyat di legialatif dan siapa yang menjadi pemimpin di eksekutif. Dan itu tiada lain untuk kepentingan bersama, kepentingan negara dan tentu saja pada akhir akan berjalan untuk kepentingan maayarakat,” tuturnya.

Kang Indris juga mengatakan, untuk bisa berkontribusi kepada kehidupan berbangsa dan bernegara tidak harus menjadi anggota legislatif, atau menjadi eksekutif. Masih banyak cara dan banyak jalan lain agar kita bisa bermanfaat bagi masyarakat, bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, inti dari semua ini adalah upaya kami untuk memerangi kegaduhan, karena jika diperhitungkan, lebih banyak caleg yang kalah daripada yang menang. “Nah, bagi yang kalah tidak harus berlarut-larut dalam kesedihan, apalagi sampai membuat kegaduhan,” demikian Kang Idris. (red)

LEAVE A REPLY