BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta membantah tudingan mengambil alih Kartu ATM Kombo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut.

“Kami tidak pernah mengumpulkan ATM milik KPM PKH, akan tetapi pendamping hanya mengintrusikan kalau ATM Kombo yang dimiliki KPM tidak boleh berpindah tangan kepada siapapun terkecuali kepada keluarga, itupun atas dasar kuasa pemilik ATM,” ujar salah satu Pendamping PKH Kecamatan Wanayasa, Rivan Widiana, kepada awak media, Senin (13/5).

Menurutnya, dari penuturan warga, diduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menginginkan ATM tersebut karena mengetahui jika bantuan pangan non tunai telah ada dalam rekening masing-masing KPM.

“Secara teknis, kami mengantisipasi dan mencegah hal-hal yang bakal merugikan KPM,” kata Rivan.

Lebih jauh, Rivan mengatakan, tugas Pendamping PKH tidak hanya sebatas mencatat dan menfasilitasi penyaluran bantuan. Yang lebih pokok lagi adalah membina KPM menjadi keluarga mandiri. Sehingga kedepannya KPM bisa memperbaiki perekonomiannya sendiri.

Menurutnya, saat melaksanakan fungsinya, pendamping bukan hanya mendata, kemudian memfasilitasi proses penyaluran. Namun harus mampu mentransformasikan semangat keluarga miskin bermental kaya.

“Pendamping PKH juga harus bisa membantu keluarga penerima manfaat supaya kondisi perekonomiannya terangkat dari tingkat prasejahtera. Sebagai pendamping kita dituntut untuk bisa mengarahkan KPM agar dapat mengelola keuangan keluarga secara tepat,” ucapnya.

Bahkan, diusahakan untuk diarahkan pada hal yang produktif. Karena itu, Pendamping PKH diharapkan dapat melakukan hal-hal kreatif dan inovatif dalam melaksanakan bisnis proses program keluarga harapan. “Sehingga tujuan kemandirian dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat dapat tercapai,” demikian Rivan. (red)

LEAVE A REPLY