BERBAGI
Wida Awaliya Nurkhaliza Meranti peserta Event Kreatif Mojang Jajaka Jawa Barat 2019 mewakili Kabupaten Purwakarta.

Purwakarta,SinarJabar – Cantik, cerdas, berprestasi, dan sukses. Itu lah yang melekat dalam diri seorang wanita yang bernama lengkap Wida Awaliya Nurkhaliza Meranti ini mencoba mengikuti Event Kreatif Mojang Jajaka Jawa Barat 2019 mewakili Kabupaten Purwakarta. Dengan pengalaman mengikuti berbagai ajang ditingkat kabupaten dan pernah menjadi peserta mojang jajaka tingkat Kabupaten Purwakarta, jadi salah satu nilai lebih yang dimiliki alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada tahun 2018, tersebut.

“Saya ingin mencari wawasan lebih, mencari pengalaman dan bisa berprestasi buat membanggakan orang rua serta daot memberikan inspirasi bagu semua dengan kerja keras,” ujar perempuan cantik yang tinggal di Kp. Krajan, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Senin (8/7/2019).

Wanita yang mendapat penghargaan wisudawan terbaik Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI tersebut aktif diberbagai organisasi, komunitas dan berbagai kegiatan sosial. Dengan backgroundnya sebagai pegiat seni rupa, maka tak heran kerap kali ia sering menunjukan karyanya dalam event-event kreatif baik kolosal maupun tunggal.

“Alhamdulillah, saya diberi kepercaya’an untuk mewakili Purwakarta, dalam mengikuti Event Kreatif Mojang Jajaka Jawa Barat 2019. Saya meminta do’a dan dukungannya kepada masyarakat Purwakarta, semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk Purwakarta, serta di sehatkan dan diberi kelancaran dalam mengemban amanah ini,” Kata Wida yang merupakan anggota Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Purwakarta (PMJP) dan sebagai wakil koordinator bidang desain grafis, Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL).

Wida yang saat ini berumur 21 tahun dan memiliki tinggi badan 167 cm tersebut terus menerus mengasah wawasannya tentang Jawa Barat dan segala kelebihannya. “Semoga saya bisa menang diajang (Moka) ini,” pungkas Wida, Mahasiswi Pascasarjana UPI 2018.

Selain itu, Wida mengaku dirinya saat ini adalah seorang tenaga pengajar seni budaya, juga sebagai pembina ekstrakurikuler teater di SMAN 1 Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

“Menjadi seorang guru bukanlah sebuah tuntutan pekerjaan, melainkan panggilan hati. Bertemu dengan karakter-karakter baru, saya mulai merasa bahwa hidup itu berarti berjuang.

Membagi ilmu adalah amal. Mudah-mudahan ini menjadi tabungan kebaikan dalam hidup saya”
Alhadulillah, sekarang saya sedang fokus merancang tugas akhir untuk meraih gelar magister dengan melakukan penciptaan motif batik yang mengangkat  ikon dan potensi yang ada di Purwakarta. Tuturnya.

Selain itu, lanjut Wida, saya sedang menggarap sebuah media pembelajaran dan permainan “Truth or Dare Cards, edisi Wisata Purwakarta” yang bekerjasama dengan komunitas Urangpurwakarta dan KOPEL.

Wida mengajak kepada pelajar dan pemuda pemudi pada umumnya untuk tetap optimis dalam menggapai cita-cita.

“Teruslah bermimpi setinggi-tingginya. Jangan takut jatuh, karena jika jatuhpun kita akan terjatuh diantara bintang-bintang. Ubahlah kemauan kita menjadi kemampuan, dan bekerjalah dengan ikhlas agar mendapat hasil yang maksimal. Jangan lupa berdo’a dan minta restu orang tua. Salam seni salam budaya! Saya bangga menjadi urang Purwakarta, Purwakarta Istimewa!”. Tegasnya. (Had/red).

LEAVE A REPLY