BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Kabupaten Purwakarta, sejak sepuluh tahun terakhir memiliki slogan Istimewa. Penambahan slogan tersebut, bukan berarti kabupaten ini berbangga diri dengan keistimewaannya.

Sebetulnya, menurut Pemerintahan Kabupaten setempat, slogan Istimewa sendiri memiliki arti luas. Salah satunya maknanya, yakni mengistimewakan masyarakat melalui berbagai kebijakan dan pelayanan publik oleh pemerintahannya di segala sektor.

Terbukti, lebih dari satu dasawarsa ini, Kabupaten Purwakarta berkembang pesat dengan paduan modernisasi dan tradisi budaya yang tetap terjaga. Memang, jika diperhatikan, spirit kebudayaan lebih dikedepankan dalam setiap aspek pembangunannya.

Di kepemimpinan Anne Ratna Mustika sebagai bupati dan Aming sebagai wakilnya, slogan Purwakarta Istimewa tetap dipakai. Justru, Ambu Anne (sapaan bupati) akan membuat wilayah yang dipimpinnya ini semakin istimewa dengan kebijakan-kebijakan barunya.

Bukan gertak sambal, Anne memang sudah menyiapkan berbagai program untuk lebih mengistimewakan Purwakarta. Tentunya, modernisasi dan tradisi budaya tetap dipertahankan untuk kemasyuran kabupatennya. Seperti yang siap dilakukannya saat perayaan hari jadi Purwakarta tahun ini. Anne, tetap mengedepankan unsur kebudayaan dalam tema kegiatan perayaan tahunan tersebut.

‘Nyai Pohaci’, begitulah tema yang diangkat oleh Ambu Anne dalam perayaan hari jadi Purwakarta ke 188 dan Kabupaten Purwakarta ke 51 itu. Seperti apa maknanya, begini penjelasan Anne.

Menurut Anne, Nyai Pohaci dalam budaya Sunda digambarkan Padi (beras). Padi sendiri, merupakan bahan dasar konsumsi utama masyarakat di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat.

“Di momen hari jadi tahun ini, sengaja kita angkat temanya Nyai Pohaci (padi). Ini merupakan bagian dari mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan manfaat dan pentingnya Padi,” ujar Anne saat berbincang dengan INILAH di kantornya, Selasa (9/7/2019).

Anne menjelaskan, masyarakat khususnya di Jawa Barat, tak lepas dari panganan yang berbahan dasar beras. Sayangnya, meski jadi bahan pokok, ada sebagian masyarakat yang tak memperhatikan bahkan melestarikan keberadaannya.

Sektor, saat ini nyaris terlupakan oleh generasi saat ini. Terbukti, hampir setiap tahunnya lahan-lahan pesawahan yang ada diberbagai daerah kerap mengalami penyusutan. Mungkin, kondisi itu terjadi karena masih ada diantara masyarakat lebih memilih mengganti lahan pertanian dengan sektor lain. Misalnya dijadikan perumahan.

“Padahal, selain sebagai bahan pokok masih banyak manfaat dari padi,” jelas dia.

Anne menambahkan, dengan Tema Nyai Pohaci, pihaknya juga sekaligus ingin menggaungkan kembali produk-produk makanan yang berasal dari beras. Apalagi, di masa kepemimpinannya pengembangan ekomomi kreatif menjadi salah satu program yang jadi perhatiannya.

“Di kita ada Simping, nanti akan kita angkat dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY