BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Mengawali rangkaian kegiataan Hari Jadi Purwakarta ke 188 dan Kabupaten Purwakarta ke 51, Pemkab setempat gelar Mitembeyan dan Tabligh Akbar bersama masyarakat dan ASN di Taman Maya Datar, Selasa (16/7).

Mengisi tabligh, panitia menghadirkan K.H. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) sebagai penceramah. Gus Muwafiq, lahir di Lamongan, 02 Maret 1974 adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari Sleman, Yogyakarta.

Diketahui, Gus Muwafiq dikenal sebagai salah satu orator NU zaman now karena kedalaman ilmu dan kemampuan orasi yang dimiliki.

Selain ulama yang faham ilmu agama, Gus Muwafiq juga mendalami berbagai ilmu lain, salah satunya ilmu sejarah dan peradaban. Dia menyampaikan ceramah dengan bahasa yang lugas dan mudah diterima.

Gus Muwafiq juga pernah menjabat sebagai asisten pribadi K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), termasuk saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Mitembeyan dan tabligh akbar nampak dihadiri sejumlah tokoh penting di Purwakarta, pegawai pemerintahan dan lapisan masyarakat lainnya. Tak hanya diisi tausyah dari kyai asal Sleman, Yogyakarta tersebut, Pemkab Purwakarta juga mengisi acara tersebut dengan pemberian santuan kepada 1.000 anak yatim piatu.

Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, mitembeyan ini menjadi kegiatan awal rangkaian hari jadi wilayahnya. Dalam perayaan ini, banyak kegiatan lain yang telah disiapkannya hingga sebulan kedepan.

“Mitembeyan ini, menjadi awal dimulainya kegiatan HUT Purwakarta. Kegiatan ini juga sekaligus ajang silaturahmi pemerintah dengan masyarakatnya,” ujar Anne.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dalam kegiatan hari jadi tahun ini pihaknya mengambil tema ‘Nyi Pohaci’ yang dalam budaya sunda digambarkan Padi (beras). Pihaknya sengaja mengangkat tema tersebut, karena sekaligus ingin memperkenalkan jika wilayahnya merupakan salah satu penghasil padi.

“Produksi padi di wilayah kami, kerap mengalami surplus. Itu menjadi salah satu alasan kami mengangkat tema tersebut,” katanya.

Anne menjelaskan, padi sendiri merupakan bahan dasar konsumsi utama masyarakat di Indonesia tak terkecuali di Jawa Barat. Makanya di moment tersebut, dirinya mengingatkan masyarakat akan pentingnya padi bagi kehidupan.

“Pengembangan sektor pertanian, sejauh ini memang menjadi salah satu poin penting dalam visi-misi kami. Sehingga, kedepan Purwakarta bisa semakin Istimewa,” demikian Anne. (red)

LEAVE A REPLY