BERBAGI

Purwakarta,SinarJabar – Perhatian semua pihak diperlukan agar kasus stunting di wilayah Kabupaten Purwakarta terus menurun dan hilang secara perlahan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Dr. Deni Darmawan saat menghadiri gempungan di Cijantung, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Rabu (16/10/2019).

Deni menjelaskan, awal terjadinya Stunting dimulai saat 1000 hari pertama kehidupan sang bayi atau saat bayi masih dalam kandungan. Sehingga, faktor lingkungan hingga asupan gizi terhadap sang ibu pun menjadi penentu bagi kondisi bayi.

“Terjadinya Stunting bukan hanya terjadi setelah bayi itu lahir, makanya itu harus diperhatikan dari sebelumnya yaitu dari saat bayi baru dikandung, sampai melahirkan hingga proses tumbuh kembangnya sang bayi, jadi prosesnya itu panjang dan itu bisa dicegah dari awal,” ujarnya.

Untuk di Kabupaten Purwakarta sendiri, lanjut Deni, saat ini kasus Stunting pada balita sudah mengalami penurun. Jika sebelumnya kasus tersebut berada di angka 40 %, kini menurun menjadi 30 %.

“Sudah turun signifikan dan targetnya tahun ini bisa menurun lagi hingga 10 – 20 %,” terang Deni.

Untuk menekan pertumbuhan Stunting, lanjut dia, semua pihak disetiap sektor bekerjasama. Sebab, terjadinya stunting melibatkan lintas sektoral.

“Jadi bukan hanya tanggungjawab Dinkes, tapi Bepeda, Dinas pertanian, pangan, kependudukan, KB, jadi semua terkait ” jelasnya. (Rk)

LEAVE A REPLY