BERBAGI

PURWAKARTA,- Tiga orang peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Bawaslu Purwakarta terpaksa dinyatakan tidak lulus.

Penyebabnya, mereka didapati tidak tuntas mengikuti seluruh kegiatan SKPP yang digelar lima hari empat malam bertempat di Vila Q-Bound, Darangdan Purwakarta.

SKPP dilaksanakan tanggal 25-29 November 2019 diikuti 60 peserta. Hasilnya dari jumlah tersebut hanya 57 yang dinyatakan lulus dan layak menyandang status Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu Purwakarta. Sisanya tidak.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Divisi Pengawsan dan Hubal, Bawaslu Purwakarta Oyang Este Binos tak menampik hal itu. Menurutnya, ada beberapa orang peserta tak ikut materi keseluruhan. Dampaknya tak mendapat predikat Kader Pengawas Pemilu.

“Ada (yang tidak lulus). Mereka pulang sebelum waktunya,” ujarnya, Jumat 29 November 2019.

Binos bercerita, selama SKPP peserta banyak diberi materi tentang kepemiluan baik dari para praktisi maupun pakar. Di luar itu, juga sedikit diberi latihan fisik. Hal ini dalam rangka menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Mengingat jadwal yang cukup padat. (Hk)

Namun begitu, mereka yang belum lulus masih diperkenankan mengikuti kegiatan SKPP gelombang berikutnya. Hanya saja Binos belum bisa memastikan kapan SKPP gelombang kedua tersebut akan dilaksanakan. Bawaslu Purwakarta menunggu arahan Bawaslu Jawa Barat.

“Dari SKPP ini juga mungkin ada evaluasi dulu. Bawaslu Kabupaten posisinya menunggu saja intruksi dan arahan Bawaslu RI maupun Jabar ” tutup Binos.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/sina9437/public_html/wp-content/themes/Newsmag/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY