BERBAGI
Foto. Net

Purwakarta,SinarJabar -Janji pada saat kampanye memang menjadi alat yang cukup efektif? dalam memanipulasi kesadaran masyarakat atau konsituen sehingga masyarakat cenderung untuk memilih atau bahkan ikut mengkampanyeukan janji-janji tersebut.

Menarik untuk menelusuri keberadaan janji-janji kampanye ketika momentum Pemilihan Umum 2018 dan 2019 salahsatunya adalah janji yang dilontarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Purwakarta saat Pileg serentak 2019 kemarin.

Di tiap dapil terdapat perwakilan dewan dari PKS yang sudah hampir 2 tahun menjabat sebagai anggota dewan, tapi janji kampanye satu pun belum terealisasi, diantaranya pajak gratis dan SIM seumur hidup.

“Ternyata hingga tahun ke 2 ini, janjinya belum ditepati. Kapan mau merealisasikan janjinya,” tanya Haris Sopia Adji, Wakil Direktur Lembaga Kajian Strategis Kebijakan Publik (elkap) saat berbincang-bincang, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, berkaitan dengan janji kampanye tersebut, ia meminta agar segera dilaksanakan bahkan dapat direalisasikan. dari hasil investigasi dilapangan, Sampai hari ini tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan realisasi janji kampanye para legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait membebaskan atau menggratiskan pajak dan SIM seumur hidup.

“Kalau mereka serius memperjuangkan kepentingan masyarakat, regulasi tersebut sudah dingusulkan menjadi prolegda pada tahun pertama menjabat, tapi kenyataannya pada tahun ke 2 ini tidak ada keseriusan untuk merealisasikan janjinya,” ujar haris alumni Unpad tersebut.

Ia menilai bahwa janji kampanye tersebut hanya lah kata-kata manis saja apalagi janji tersebut cenderung utopis melihat peta APBD Purwakarta beberapa tahun kebelakang. Mengamati fenomena tersebut ia mengajak masyarakat untuk lebih hati-hati dan cermat memilih para legislator/perwakilan/ pemimpin daerah jangan sampai jatuh dilubang janji yang sama. (red)

LEAVE A REPLY