Penjual Serabi di Tasikmalaya Ini Pertahankan Resep Tradisional

  • Bagikan
Penjual serabi di Jalan Ibrahim Adji, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ini masih mempertahankan resep tradisional. (Foto: Ahmad/ Sinarjabar)

SINARJABAR, TASIKMALAYA – Serabi adalah salah satu jajanan tradisional yang hingga saat ini masih digemari masyarakat dari berbagai kalangan.

Seperti di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, saat ini masih ada ada penjual serabi yang masih mempertahankan cara tradisional memasak jajanan berbahan dasar tepung beras dan santan tersebut.

Budi Setiawan (34), salah satu penjual serabi di Jalan Ibrahim Adji, Kecamatan Indihiang ini memasak serabi menggunakan tungku dan kayu bakar.

Menurut dia, memasak serabi menggunakan tungku dan kayu bakar memiliki cita rasa berbeda dibanding dengan alat masak modern saat ini.

Baca juga :  Pembangunan Meikarta Masih Menunggu Rekomendasi Gubernur

“Memasak dengan kayu bakar, membuat aroma serabi akan jadi lebih enak,” kata Budi, Sabtu malam, 5 Juni 2021.

Budi mengaku berjualan serabi sudah lebih dari 4 tahun sejak keluar sebagai karyawan SPBU.

Untuk resep adonan dan cara memasak serabi, ujar Budi, diwarisi dari sang nenek yang juga penjual serabi.

Serabi yang dijual Budi menggunakan tepung beras dan santan tanpa ditambah dengan bahan tambahan apa pun.

“Selain mengunakan tunggu kayu bakar, cetakan serabi juga masih menggunakan cetakan yang terbut dari tanah,” ujar Budi.

Baca juga :  Ini Kabar Penting Buat Emak-Emak di Kota Tasikmalaya

Untuk harga satu serabi yang dijual Budi hanya Rp1.000. Dalam sekali berjualan Budi bisa mendapatkan penghasilan Rp100.000 per hari, itu pun kalau habis.

“Tapi kalau enggak habis paling hanya dapat uang Rp40.000, itu pun belum termasuk biaya produksi untuk pembelian bahan baku, seperti tepung, kelapa dan kayu bakar, dan lain-lain,” ungkapnya.

Budi menceritakan, dirinya menjadi penjual serabi amanat dari sang ibu untuk mempertahan agar ada yang terus jualan serabi.

Sementara itu, Saripah Lestari (40), karyawan swasta yang selalu menyempatkan mampir untuk menikmati serabi yang dijual Budi usai kerja dari kantornya.

Baca juga :  Atas Permintaan Warga, Tim ASRI Gelar Pengobatan Gratis

“Dari dulu saya suka serabi. Menyantap serabi ini juga cukup mengenyangkan karena bahannya terbuat dari tepung beras,” ujarnya. (Dri/rzl)

  • Bagikan