Disdukcapil Kabupaten Bekasi Hentikan Layanan Daring

  • Bagikan
Ilustrasi- Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencetak KTP-el di Kantor. (Foto: Antara)

SINARJABAR, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menghentikan sementara layanan daring pemohon dokumen administrasi penduduk menyusul dugaan tindak pidana penjualan data kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi Hudaya telah melaporkan persoalan ini kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri serta Kepolisian Resor Metro Bekasi.

“Sudah ada tim teknologi informasi Kemendagri yang turun langsung menangani,” kata Hudaya, Kamis, 10 Juni 2021.

Dinas menghentikan layanan daring seluruh permohonan dokumen kependudukan dan hanya melayani pemohon melalui aplikasi WhatsApp.

Baca juga :  50 Kilogram Ganja Dimusnahkan Kejari Purwakarta

“Untuk sementara semua layanan online Dukcapil off.”

Pihaknya masih menunggu instruksi Kementerian Dalam Negeri untuk membuka kembali layanan daring, sambil menunggu evaluasi dari tim teknologi informasi (TI).

“Menunggu arahan dari Pak Dirjen, karena ini seluruh Indonesia off,” kata Hudaya.

Sebelumnya media massa menginformasikan ada jutaan data penduduk di sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan dijual di situs web forum perisak. Menurut laporan lembaga studi CISSReC, setidaknya data yang dijual ini sebanyak 8.797.669 data penduduk.

Baca juga :  Tes Acak Bakal Diberlakukan untuk Pemudik di Bekasi saat Arus Balik

Rinciannya, penduduk Kabupaten Malang sebanyak 3.165.815, Kabupaten Bekasi 2.339.060 data, Kabupaten Subang 1.989.263, dan data kependudukan Kota Bogor 1.303.531 data. (Red)

  • Bagikan