“Diusir” Bupati, Bawaslu Purwakarta Sulap Rumah Kontrakan Jadi Kantor

  • Bagikan
Ilustrasi-Bawaslu. (Foto: Net)

SINARJABAR, PURWAKARTA – Sedih, Bupati Purwakarta melalui Distarkim meminta Bawaslu mengosongkan kantor di Jalan RE Martadinata, Purwakarta Jawa Barat. Alasannya, gedung tersebut mau direhab.

Tak mau ambil pusing, Bawaslu pun segera melaporkan kondisi tersebut ke pimpinannya di Bawaslu Jawa Barat. Tak perlu waktu lama, Bawaslu Jabar menurunkan anggaran untuk sewa kantor. Saat ini, wasit pemilu ini telah bergeser kantor ke Jalan Kusumaatmaja, Purwakarta.

“Mungkin bupati lupa, kalau saat ini Bawaslu sudah permanen. Jadi, meski tahapan Pemilu sudah usai, Bawaslu tetap bekerja. Diantara program kerja yang dilakukan yakni pengawasan terhadap proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan) DPB sebagaimana amanat UU 7/2017 Tentang Pemilu,” kata Komisioner Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos, Senin 2 Agustus 2021.

Baca juga :  Peringati Internasional Women's Day, STAI Al-Muhajirin Gelar Formasi

Terhadap kebijakan orang nomor satu di Purwakarta itu, pihaknya tak mempersoalkan. Sebab kerja pengawasan saat ini belum terlalu mendesak seperti saat ada tahapan. Karenanya, bekerja dari kantor kontrakan pun tak masalah.

“Di luar DPB, kita juga fokus menyiapkan kader pengawas melalui Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP),” ujar Binos, sapaan akrabnya.

Binos memberi bocoran, Pemilu serentak sebagaimana kesepakatan para pihak di tingkat pusat akan dilaksanakan 2024. Keserentakan tidak hanya di tingkat pusat tapi juga daerah. Namun tahapannya sudah dimulai Maret 2022.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Tutup Seluruh Destinasi Wisata di Purwakarta

“Tahun depan sudah masuk tahapan. Daerah juga punya kewajiban menyiapkan dana cadangan,” katanya.

Diketahui sejak awal 2019, Bawaslu Purwakarta berkantor di Jalan RE Martadinata menempati gedung eks Bappenda milik Pemkab Purwakarta. Belakangan, gedung tersebut direhab untuk digunakan sebagai Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi. (Rhu/rzl)

  • Bagikan