Kejati Jabar Usut Dugaan Korupsi Dana BOS Madrasah

  • Bagikan
Ilustrasi-Dugaan penyalahgunaan anggaran di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) seluruh Jawa Barat. (Foto: Net)

SINARJABAR, BANDUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat mengusut dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) pengadaan soal ujian tahun 2018 di lingkungan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Barat. Hasil audit Irjen Kemenag dalam dugaan kasus itu mencapai Rp 16,6 miliar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar Riyono mengatakan dugaan penyalahgunaan anggaran itu di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) seluruh Jawa Barat.

“(Sedang mengusut) ya, penggunaan dana BOS khususnya dalam pengadaan soal-soal ujian di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di lingkungan wilayah Kementerian Agama Jawa Barat,” kata Riyono dikutip dari laman Merdeka.com, Jumat, 23 April 2021.

Baca juga :  Diundang Ke Ciracap Sukabumi, Dedi Mulyadi Terima Curhatan

Temuan dugaan kasus korupsi ini diawali dengan penggunaan dana BOS untuk pengadaan soal ujian siswa yang seharusnya dikelola langsung oleh pihak sekolah malah dikelola Kelompok Kerja Madrasah (KKM) tingkat provinsi.

Hal tersebut bertentangan dengan ketentuan keputusan Menteri Agama nomor 451 tahun 2018 tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah pada Madrasah.

Hasil audit, ditemukan ada selisih nilai anggaran dana BOS tersebut, masing-masing, MI mencapai Rp 6,2 miliar dan MTs sekira Rp 10,4 miliar. Jumlah dugaan kerugian negara bisa lebih besar karena penyidikan pun berlangsung untuk anggaran tahun 2017.

Baca juga :  Pasca Bom Makassar, Kapolres Subang Instruksikan Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

“Kita melakukan penyidikan juga untuk tahun 2017-nya. Kami sedang memanggil para Ketua KKM tingkat provinsi kemudian ada yang tingkat kabupaten dan kota,” tutupnya. (Red)

  • Bagikan