DPRD Purwakarta Kerja Dong Jangan Diem Bae!

  • Bagikan
PAW DPRD Purwakarta
Ilustrasi-Halaman depan gedung DPRD Purwakarta. (Foto: Net)

SINARJABAR, PURWAKARTA – Sempat lantang soal dana aspirasi, DPRD Purwakarta Jawa Barat, kini melempem lagi. Mereka pun diminta tetap peka terhadap ragam masalah di masyarakat.

Banyak kalangan melihat, kinerja DPRD saat ini pasif. Cenderung tidak produktif. Hitung saja berapa regulasi yang berhasil dibikin. Berapa isu strategis yang mampu diberi langkah solutif. Minim. Kalau tidak dikata nihil. Padahal setiap bulan mereka dapat duit tidak sedikit.

Naudzubilahimindzalik.

Pandemi Covid jadi dalih. Demikian juga Perpres 33/2020 tentang Standar Satuan Harga Regional yang diteken Jokowi. Perpres ini dianggap telah mengebiri pendapatan para elit. Include ASN dan legislatif. Biasanya satu perjalanan dinas bisa kantongi jutaan duit, kini hanya jadi ratusan ribu saja. Tentu ini pahit. Terutama bagi mereka yang punya misi duit orientid.

Baca juga :  Ingat, Ada Sanksi Warga Serobot Jatah Vaksinasi

Parahnya lagi, jangankan ngurus wong cilik. Ngurus dirinya sendiri DPRD tak ada prestasi. Lihat saja proses PAW yang 8 bulan tak ada ujung titik. Lebih lucu lagi, para pimpinannya malah saling berkelit. Dengan dalih bukan dari satu fraksi, Gerindra dan PKB malah ngasih jawaban jungkir balik. Hey.. ini bukan soal fraksi, tapi sikap pimpinan legislatif.

“Ayo kerja dong, jangan diem-diem bae,” ajak Ketua Lembaga Kajian Politik dan Pembangunan (eL-Kap) Kabupaten Purwakarta, Anas Ali Hamzah saat diminta tanggapannya soal Kinerja dan Eksistensi DPRD Purwakarta, Senin 2 Agustus 2021.

Baca juga :  Penunjang Kebutuhan Petani, Dinas Pertanian Akan Terbitkan Kartu Tani

Paling dekat, kata Anas, Purwakarta sedang dihadapkan agenda Pilkades serentak. Tepatnya 25 Agustus ini. Mendagri melalui surat I41/2021 telah mengintruksikan Penundaan Pilkades.

Sayangnya, DPMD Purwakarta masih mikir-mikir. Bangkang atau ikut intruksi. Bisa jadi DPMD masih nunggu sikap tegas bupati. Maklum, birokrasi. Maklum juga tahapan ini sudah habiskan banyak duit. Jadi butuh waktu lama untuk meditasi.

Yang jadi heran, kata Anas lagi, melihat situasi sepelik ini, DPRD Purwakarta seolah tak punya nilai sensitif. Entah untuk menyuarakan aspirasi rakyat calon pemilih, aspirasi para calon kades, aspirasi panitia maupun aspirasi mereka sendiri yang mungkin bisa jadi solusi alternatif. Lagi-lagi, DPRD pasif. Anas berharap, para konstituen mereka dulu tak berkata ‘Alamak kami telah salah pilih’.

Baca juga :  Jalur Utama Ditutup, Warga Sukasari Purwakarta Gunakan Jalan Alternatif yang Berbahaya

“Ayo dong kerja, jangan diem-diem bae,” ajak Anas lagi. (Slh/rzl)

  • Bagikan