Pilpres 2024, PKB Tawarkan Poros Harapan Baru

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid. (Foto: Antara)

SINARJABAR, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan partai menawarkan konsep koalisi di Pemilu Presiden atau Pilpres 2024 dengan sebutan Poros Harapan Baru.

Konsep itu muncul karena kepemimpinan nasional ke depan harus bisa memberikan harapan baru di tengah krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19.

“Kalau bicara soal poros, apapun jenis poros-nya, PKB akan gunakan nama Poros Harapan Baru. Kami ingin ke depan ada sesuatu yang baru, sesuatu yang memberikan harapan baru di tengah pandemi, memberikan solusi di atas semua krisis,” kata Jazilul Fawaid atau Gus Jazil, Selasa, 1 Juni 2021.

Dia menuturkan pasca-pandemi Covid-19 Indonesia mengalami berbagai krisis seperti kesehatan dan ekonomi yang membutuhkan penanganan dan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Oleh sebab itu, ia menilai, perlu ada harapan baru bagi masyarakat.

Baca juga :  Susunan AKD 2017 Purwakarta Kembali Dirombak

“Kalau soal figur capres-nya siapa, nanti kita bahas bersama partai koalisi. Kalau parpol A sepakat, parpol B sepakat, jadi itu,” ujarnya.

Selain itu, menurut Gus Jazil, saat ini PKB juga sudah memulai langkah pemenangan menghadapi Pemilu 2024. Salah satu fokus utama ialah bagaimana PKB bisa menambah perolehan kursi di legislatif.

“PKB sudah jalan dengan cara kami. Tapi kalau yang dimaksud jalan itu harus pasang baliho dan lainnya, kami belum, Pilpres ini masih jauh,” tuturnya.

Baca juga :  Bertemu Khofifah, Ridwan Kamil: Hanya Bersilaturahmi

Wakil Ketua MPR RI itu menjelaskan, PKB memiliki pengalaman panjang di pemerintahan sebab sejak era reformasi selalu berada dalam pemerintahan atau di pihak yang menang. Namun Gus Jazil menilai ihwal Pemilu 2024, yaitu Pilpres dan Pileg, digelar bersamaan maka PKB juga punya kepentingan untuk mendapatkan efek ekor jas atau coat-tail effect dalam pencapresan bagi perolehan suara partai.

Menurut dia, para kader PKB sudah mendesak agar partai mengusung capres sendiri. Sebab lembaga-lembaga survei sudah memulai wacana Capres 2024.
“Kemudian jadi pemberitaan maka kader di bawah juga mulai ramai padahal sebenarnya parpol masih adem ayem,” ujar Jazil.

Baca juga :  Bingung, KPU Belum Coret Caleg TMS

PKB, lanjut dia, saat ini memilih fokus pada Pileg 2024 agar bisa mendapatkan tambahan suara. Sedangkan sosok Capres 2024 akan beririsan dengan pemilihan legislatif.

Ia mengingatkan elektablitas hanya satu variabel kecil untuk maju menjadi Capres 2024 atau Pilpres 2024 karena masih ada variabel waktu yang cukup panjang.

“Yang jelas PKB sudah fokus dan sudah tahu siapa yang akan menang nanti. Sudah ada di kantong dengan informasi ‘langit’ karena kalau di PKB ada variabel spiritual. Variabel X itu yang tidak dibaca oleh lembaga survei,” kata Gus Jazil. (Red)

  • Bagikan